Inilah Rahasia Kenapa Supermarket Bisa ‘Merayu’ Anda




Sering pergi ke supermarket atau minimarket sekitar rumah? Bingung kenapa Anda mudah tergoda membeli barang-barang yang tak penting di sana? Padahal, Anda sudah berniat membeli barang yang tercatat di daftar belanjaan saja. Banyak kok yang mengalami. Lagipula, ini bukan sepenuhnya kesalahan Anda. Supermarket memang tak sembarangan mengatur toko dan penempatan barangnya. Mereka menggunakan trik psikologis agar kita berbelanja lebih banyak. Ingin tahu rahasia mereka? Berikut daftarnya, seperti dilansir situs Organic Authority.


1.      Troli / keranjang belanja
Saat masuk supermarket, kita seringkali secara otomatis mengambil troli / keranjang belanja. Karena dapat memuat banyak barang, kita jadi mengisinya dengan barang-barang yang tidak dibutuhkan. Kalau Anda hanya perlu berbelanja sedikit, lebih baik tidak usah membawa troli / keranjang belanja alias dengan tangan kosong saja.

2.      Produk segar dekat pintu masuk
Di dekat pintu masuk, biasanya bunga, buah, sayur dan roti adalah produk-produk pertama yang kita temui. Ternyata ada maksudnya produk segar ini diletakkan dekat pintu masuk. Wangi roti dan bunga, warna-warni sayur dan buah akan membuat Anda merasa bahagia. Dan karena itulah, mood berbelanja Anda naik, lalu Anda akan berbelanja lebih banyak barang lagi.


3.      Menyemprot sayur dan buah
Secara insting, sesuatu yang berkilau memang akan dikaitkan dengan nilai tambah. Untuk itulah biasanya di beberapa supermarket terdapat pipa kecil dekat sayur-sayuran hijau dan buah-buahan. Selang beberapa menit, pipa tersebut akan menyemprotkan kabut air sehingga sayuran dan buah berembun. Ternyata, inilah trik untuk membuat sayuran dan buah selalu terlihat  mengkilap dan segar, lalu membuat kita tertarik membeli. Padahal sebenarnya cara ini justru membuat sayuran dan buah cepat busuk.

4.      Sampel gratis
Siapa yang tidak suka barang gratisan? Apalagi kalau kelihatannya menarik. Selain memperlambat Anda, trik ini memanfaatkan faktor balas budi. Ketika Anda diberi sampel gratis, Anda jadi merasa tak enak kalau tak membelinya. Anda bisa mengakalinya kok! Hargai usaha SPG dengan menunjukkan ketertarikan Anda terhadap barang tersebut. Ambil saja produk yang ditawarkan, lalu letakkan di sembarang rak ketika sudah tak terlihat oleh si SPG. Hehehe…

5.      Lorong yang sempit dan alunan musik slow
Sempitnya lorong supermarket bukan semata karena keterbatasan tempat. Terkadang, kita harus mengantri lewat, terutama ketika ada troli yang ‘parkir’. Dengan demikian, kita akan melewati lorong dengan lambat. Semakin banyak kita berhenti, semakin banyak barang yang akan dibeli. Musik slow yang disetelpun semakin mendukung kita untuk bersantai di supermarket. Solusinya, belanjalah di saat supermarket tak padat.

6.      Produk susu di bagian belakang toko
Produk susu adalah barang yang nomor satu dibeli, ini terjadi terutama di negara-negara yang banyak mengonsumsi susu. Namun, susu, mentega, keju, atau yogurt malah diletakkan di belakang supermarket. Tujuannya adalah agar pembeli melewati rak-rak barang lain dulu dan tergiur membeli selain produk susu.

7.      Barang di ujung lorong
Produk-produk utama biasanya diletakkan di endcap (di sisi ujung lorong atau rak) dengan papan harga besar. Lokasi spesial ini membuat pembeli berpikir bahwa harganya turun, padahal produk tersebut tidak didiskon. Makanya, barang-barang di tempat ini lebih laku. Supermarket meletakkan produk yang lebih tinggi keuntungannya di endcap. Produsenpun membayar lebih untuk bisa menempatkan produknya di sini.

8.      Papan harga
Penulisan harga juga dapat memengaruhi keinginan seseorang untuk membeli. Misalnya, Rp 8.999 dan Rp 9.000. Meski hanya beda Rp 1 dan sama-sama dibayar Rp 9.000, hasrat bawah sadar kita mengalahkan logika dan lebih tertarik membeli yang Rp 8.999 karena terasa angka 8 lebih kecil dari angka 9. Kini, trennya adalah menghilangkan tanda mata uang (Rp) karena membuat pembeli berpikir akan mengeluarkan uang. Berbeda dengan tulisan angka saja yang membuat kita merasa telah menghemat. Jadi ’11.999 terasa lebih murah dibanding ‘Rp 11.999.

9.      Dibatasi 3 item per pelanggan
Pernah melihat tulisan ‘pembelian dibatasi 3 item per pelanggan’ terletak di rak pelembut pakaian, minyak goreng, atau produk lainnya? Hal ini akan membuatnya terlihat langka, sehingga tampak lebih bernilai. Andapun jadi takut kehabisan dan kemudian memborongnya cepat-cepat.

10.  Antre di kasir
Banyak mesin kasir, tapi kok hanya beberapa yang dioperasikan? Akhirnya hal ini membuat antrean panjang orang-orang yang selesai berbelanja. Inilah fungsinya deretan permen, soda, rokok, majalah, kaset dan CD diletakkan dekat kasir. Pasalnya, saat mengantre, Anda akan merasa lapar, haus, dan bosan. Jadi, kemungkinan Anda juga akan membeli produk-produk yang ada di hadapan Anda tersebut.

Sudah mengerti beberapa trik tersebut? Mulai sekarang manfaatkan bujet Anda seefisien mungkin dengan barang yang memang benar-benar dibutuhkan.  Punya trik yang belum dijelaskan seperti di atas? Bisa ikut di-share di bagian komentar!

sumber:
organicauthority.com
food.detik.com
Previous
Next Post »

Silakan memberi masukan atau komentar. ConversionConversion EmoticonEmoticon