Sempat timbul
pertanyaan seperti itu dalam batin saya. Apalagi saat dulu masih awal-awal
boomingnya web log atau yang lebih
populer dengan singkatan blog. Awalnya niat juga sih membuat blog. Tapi mau
diisi apa? Tulisan / artikel? Gak bisa nulis (maksudnya gak pinter menyusun
kata-kata sampai beberapa paragraf layaknya penulis profesional). Diisi
gambar-gambar? Senang sih kalau mendesain-desain gambar, tapi baru belajar.
Mungkin gak ada yang bakal tertarik. Apa sih menariknya gambar-gambar gak
karuan tanpa tulisan yang menjelaskan artinya. Ya akhirnya niat cuma jadi niat
tanpa eksekusi. Tapi semakin lama saya semakin penasaran untuk apa orang yang
rela menulis sampai ratusan, ribuan kata-kata? Tentunya mereka memiliki niat,
tujuan, motivasi yang jelas. Bisa dilakukan, bisa tergambar, bisa menghasilkan
dan bisa bermanfaat.
Berbagi itu indah.
Coba apa yang Anda rasakan saat bisa memberi sesuatu kepada orang lain dengan
ikhlas dan menghasilkan kebahagiaan bagi mereka? Pasti senang kan? Begitupun
saat kita menulis, kemudian dibaca orang lain. Mereka pasti mendapat manfaat
dari apa yang kita tulis. Kalau di dalam Islam pun ada suatu bentuk sharing berupa dakwah. Dakwah atau
mengajar itu adalah suatu bentuk kepedulian menyampaikan informasi dan
pengetahuan. Dakwah tidak melulu dilakukan oleh ulama saja. Tidak selalu
tentang ayat dan hadits, tetapi segala ilmu yang bermanfaat entah sedikit
maupun banyak. Jika tidak ada guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan, mungkin
tidak ada orang yang terpelajar dan pandai
di dunia ini. Jika saja orang tua kita tidak mendidik kita tentang
sikap,kepribadian dan etika, akan lebih banyak anak yang tidak beradab.
Menulis, adalah salah satu cara untuk mentransfer ilmu. Menulis memang lebih
baik diniatkan untuk berbagi. Ya sesuaikan kemampuan kita lah. Sebab ada
kalanya untuk menjelaskan sesuatu butuh detil, digambarkan dengan rangkaian
kata untuk menjelaskan suatu definisi. Tulisan pun akan lebih awet, tidak mudah
dilupakan, bisa dipindah-pindah, dicetak, disebar sebanyak mungkin lewat
berbagai media dengan mudah. Apalagi di jaman sekarang, tulisan bisa diproduksi
secara massal dan sangat cepat melalui media cetak maupun internet.
Generasi
Islam sekarang pun wajib bangga. Kitab suci Al-Quran, hadits-hadits Rasulullah
saw dan kitab-kitab lainnya yang telah berabad-abad umurnya sampai pada
generasi kita. Coba kalau tidak kemauan untuk menulis dari mereka para sahabat
Nabi saw. Saya yakin motivasi para ulama terdahulu menulis adalah untuk
mendapat pahala, insya Allah. Apa yang kan kita wariskan kepada saudara-saudara
kita? Apa yang akan kita titipkan pada anak cucu kita saat kita sudah tidak di
dunia ini lagi jika kita tidak meninggalkan karya tulis kita yang bisa dibaca
dan bermanfaat bagi banyak orang? Apa lagi jika tulisan kita itu menjadi amal
jariyah, menjadi pahala yang mengalir terus menerus tanpa henti selama masih
ada orang yang memanfaatkan ilmu yang kita bagi.
“Tapi
ada kok orang yang menulis karena bayaran, popularitas dan alasan materi
lainnya?” Yap betul! Mungkin itu memang sudah menjadi profesi mereka. Yakinlah
kawan, memiliki harta dan ketenaran merupakan salah satu efek samping dari
menulis. Selama yang kita tulis berakibat baik bagi orang lain, kita pun akan
mendapat kebaikan yang sama bahkan mungkin lebih. Lagian saya belum paham tuh
cara ngeblog biar dapat duit.
Dan terjawab sudah
“Untuk apa sih menulis?” Ya, untuk beribadah, berjuang dan berbagi dengan
sesama. Tetap semangat untuk selalu menulis, meskipun ada anggapan profesi dan
hobi menulis tidak se-wah profesi atau hobi lain, baik dari ketenaran apalagi
penghasilan. Ini sekaligus untuk mengingatkan dan memotivasi diri saya sendiri.
Bukannya saya sok motivator, saya bukanlah siapa-siapa. Tapi memang banyak
tulisan di atas yang saya dapat setelah membaca tulisan orang lain. Nah
ujung-ujungnya saya pun telah merasakan manfaatnya juga. J
“Jika ilmu yang Anda pelajari dari saya dapat berguna
untuk diri Anda, maka tolong bebagilah kepada orang lain agar orang lain pun
dapat memetik manfaat dari ilmu tersebut.”
Milton Erickson
Sign up here with your email

Silakan memberi masukan atau komentar. ConversionConversion EmoticonEmoticon