Yang Sebaiknya Tidak Kamu Lakukan di Social Media





Kata-kata social media atau media sosial sering terdengar luas belakangan ini ya? Dari yang paling terkenal di berbagai kalangan seperti Facebook, Twitter sampai Instagram, Path, Foursquare, Pinterest dan lainnya yang terus bermunculan. Sudah menjadi barang umum jika social media sekarang berperan di berbagai kehidupan sosial kita, baik peran positif maupun negatif. Banyak orang biasa menjadi terkenal karena social media. Baik terkenal karena prestasi dan kelebihannya dan tidak sedikit pula yang terkenal karena aibnya, kejelekannya, ke-kontrover-sialan-nya. Bahkan, ada beberapa penerimaan karyawan yang dilihat dari media sosialnya, apa dia layak diterima kerja atau tidak. Mungkin ada yang berpendapat begini; ‘suka suka aku dong, fesbuk, fesbuk aku, twitter ya punya aku sendiri! Kalo gak suka ya unfriend apa unfollow aja sih, repot amat!’. Iya, emang terserah kita mau nulis apa. Tapi ingatlah, ada kebebasan orang lain juga disana yang menjadi batasan kamu.

Tidak semua orang menyadari bahwa berbagai hal tersebut menunjukkan bahwa social media cukup berpengaruh terhadap penilaian seseorang di mata umum. Jadi sebaiknya jangan lakuin:

Kirim Invitation Ke Seluruh Contact List
Kan tidak semua orang tertarik untuk ikutan main game online, atau datang ke acara tertentu yang kamu rencanakan. Minimal ya coba lebih bijaksana lah mengundang, mention atau menge-tag siapa saja yang kira-kira lebih berhubungan. Misalkan kamu punya acara kumpul-kumpul gathering komunitas boyband, eh kok yang diajak pak lurah kamu. Atau misal ada acara tujuh belasan di kampung, tapi yang diinvite teman-teman di luar kota.

Foto Narsis atau Selfie
Muka habis bangun tidur, muka habis mandi, muka sedang naik angkot, muka lagi nyetir saat macet-macetan, muka lagi mau makan siang, dan sebagainya. Kenapa sih? Apa semua orang harus melihat bagaimana mukamu setiap saat? Gak lah.

Terlalu Jujur Tentang Kegiatan
“Lagi bete nih di rumah sendiri, ortu pergi ke luar kota sampai berhari-hari”. Wah bisa-bisa rumah kamu disatroni perampok karena tahu keadaan rumahmu. Hati-hati lho!

Mengumbar Kemesraan
Kadang terasa indah melihat seseorang mengungkapkan perasaan sayang ke pasangannya. Tapi kalo keseringan dan bahkan setiap status dan setiap foto didedikasikan untuk si kekasih hati lama-lama makin males lihatnya. Iri? Tidak lebih tepatnya ya eneg. Kan tidak seharusnya kemesraan berlebihan diumbar-umbar bahkan walaupun sudah menjadi pasangan suami istri.

Marah-marah
Hidup atau kerjaan kamu membosankan? Setiap hari selalu ada saja yang membuat emosi? Ya sudah, selesaikanlah sendiri. Tidak perlu dibuat status agar orang lain tahu energi negatif yang kamu keluarkan itu. Mana ada sih yang suka liat orang marah-marah mengumpat lewat tulisan? Hal ini tidak saja membuat orang lain tidak simpati, malah bisa-bisa umpatanmu tentang kerjaan misalnya, malah semakin memperparah reputasi kerjamu. Siap-siap saja di-black list atau bahkan dipecat.

Tidak Menghargai
Merendahkan orang lain yang sedang ada masalah denganmu melalui social media bukanlah tindakan yang bijak. Social media bukanlah tempat untuk bertengkar dengan orang lain. Mungkin awalnya kamu akan mendapatkan perhatian lebih, tetapi sepertinya bukan perhatian dalam artian positif. Lebih menabuh genderang perang pastinya. Jadi, jika kamu sudah terlanjur pernah berkomentar buruk di status orang, hapus dan minta maaflah.

Tidak Membalas Sapaan
Tidak jarang ada teman yang rajin sekali posting status, tapi setiap kita atau orang lain berkomentar atau menyapa pasti tidak pernah dijawab. Seperti halnya di dunia nyata, jika ada teman menyapa lewat social media, balaslah sapaan mereka. Tentu itu sangatlah mereka harapkan. Jadi jangan sampai mereka menganggap kita adalah orang yang sombong.


Itulah beberapa yang pernah saya temui. Bagaimana denganmu? Pernah menemui? Atau bahkan pernah melakukan?
Previous
Next Post »

Silakan memberi masukan atau komentar. ConversionConversion EmoticonEmoticon