“Jika ilmu yang Anda pelajari dari saya dapat berguna
untuk diri Anda, maka tolong bebagilah kepada orang lain agar orang lain pun
dapat memetik manfaat dari ilmu tersebut.”
Milton Erickson
Sempat timbul pertanyaan seperti itu dalam
batin saya. Apalagi saat dulu masih awal-awal boomingnya web log atau yang lebih populer dengan singkatan blog. Awalnya niat
juga sih membuat blog. Tapi mau diisi apa? Tulisan / artikel? Gak bisa nulis
(maksudnya gak pinter menyusun kata-kata sampai beberapa paragraf layaknya
penulis profesional). Diisi gambar-gambar? Senang sih kalau mendesain-desain
gambar, tapi baru belajar. Mungkin gak ada yang bakal tertarik. Apa sih
menariknya gambar-gambar gak karuan tanpa tulisan yang menjelaskan artinya. Ya
akhirnya niat cuma jadi niat tanpa eksekusi. Tapi semakin lama saya semakin
penasaran untuk apa orang yang rela menulis sampai ratusan, ribuan kata-kata?
Tentunya mereka memiliki niat, tujuan, motivasi yang jelas. Bisa dilakukan,
bisa tergambar, bisa menghasilkan dan bisa bermanfaat.
Berbagi itu indah. Coba apa yang Anda
rasakan saat bisa memberi sesuatu kepada orang lain dengan ikhlas dan
menghasilkan kebahagiaan bagi mereka? Pasti senang kan? Begitupun saat kita
menulis, kemudian dibaca orang lain. Mereka pasti mendapat manfaat dari apa
yang kita tulis. Kalau di dalam Islam pun ada suatu bentuk sharing berupa dakwah. Dakwah atau mengajar itu adalah suatu bentuk
kepedulian menyampaikan informasi dan pengetahuan. Dakwah tidak melulu
dilakukan oleh ulama saja. Tidak selalu tentang ayat dan hadits, tetapi segala
ilmu yang bermanfaat entah sedikit maupun banyak. Jika tidak ada guru yang
mengajarkan ilmu pengetahuan, mungkin tidak ada
orang yang terpelajar dan pandai di dunia ini. Jika saja orang tua kita
tidak mendidik kita tentang sikap,kepribadian dan etika, akan lebih banyak anak
yang tidak beradab. Menulis, adalah salah satu cara untuk mentransfer ilmu.
Menulis memang lebih baik diniatkan untuk berbagi. Ya sesuaikan kemampuan kita
lah. Sebab ada kalanya untuk menjelaskan sesuatu butuh detil, digambarkan
dengan rangkaian kata untuk menjelaskan suatu definisi. Tulisan pun akan lebih
awet, tidak mudah dilupakan, bisa dipindah-pindah, dicetak, disebar sebanyak
mungkin lewat berbagai media dengan mudah. Apalagi di jaman sekarang, tulisan
bisa diproduksi secara massal dan sangat cepat melalui media cetak maupun
internet.
Generasi
Islam sekarang pun wajib bangga. Kitab suci Al-Quran, hadits-hadits Rasulullah
saw dan kitab-kitab lainnya yang telah berabad-abad umurnya sampai pada
generasi kita. Coba kalau tidak kemauan untuk menulis dari mereka para sahabat
Nabi saw. Saya yakin motivasi para ulama terdahulu menulis adalah untuk
mendapat pahala, insya Allah. Apa yang kan kita wariskan kepada saudara-saudara
kita? Apa yang akan kita titipkan pada anak cucu kita saat kita sudah tidak di
dunia ini lagi jika kita tidak meninggalkan karya tulis kita yang bisa dibaca
dan bermanfaat bagi banyak orang? Apa lagi jika tulisan kita itu menjadi amal
jariyah, menjadi pahala yang mengalir terus menerus tanpa henti selama masih
ada orang yang memanfaatkan ilmu yang kita bagi.
“Tapi
ada kok orang yang menulis karena bayaran, popularitas dan alasan materi
lainnya?” Yap betul! Mungkin itu memang sudah menjadi profesi mereka. Yakinlah
kawan, memiliki harta dan ketenaran merupakan salah satu efek samping dari
menulis. Selama yang kita tulis berakibat baik bagi orang lain, kita pun akan
mendapat kebaikan yang sama bahkan mungkin lebih. Lagian saya belum paham tuh
cara ngeblog biar dapat duit.
Dan terjawab sudah “Untuk apa sih
menulis?” Ya, untuk beribadah, berjuang dan berbagi dengan sesama. Tetap
semangat untuk selalu menulis, meskipun ada anggapan profesi dan hobi menulis
tidak se-wah profesi atau hobi lain, baik dari ketenaran apalagi penghasilan.
Ini sekaligus untuk mengingatkan dan memotivasi diri saya sendiri. Bukannya
saya sok motivator, saya bukanlah siapa-siapa. Tapi memang banyak tulisan di
atas yang saya dapat setelah membaca tulisan orang lain. Nah ujung-ujungnya saya
pun telah merasakan manfaatnya juga. J
Sign up here with your email

1 komentar:
Write komentarhahahaa...iya2 betul mas. saya juga lagi belajar nulis
ReplySilakan memberi masukan atau komentar. ConversionConversion EmoticonEmoticon